BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Nama Cina tidak
berasal dari orang-orang cina, tetapi berasal dari luar atau Barat. Cina
berasal dari kata “Ch’in” atau “Tsjn”, yaitu nama suatu dinasti yang perna
memerintah di cina pada abad III SM (221-207 SM), sedangkan orang Cina sendiri
menyebut Cina dengan nama “Tiongkok”, nama “Tiongkok” diturunkan dari kata
“Chung Kuo/Chung Kuok”, atau “The Middle
Kongdom” yang berarti “Negara Tengah”, negara yang menjadi pusatnya dunia.
Orang-orang Cina sendiri sering merasa bangga kalau di sebut sebagai “orang Han”
(Man Of Han) atau “orang Tang” (Men of Tang).
B. Rumusan
Masalah
1) Bagaimaana
keadaan geografis Cina ?
2) Bagaimana
Pengaruh Geografis terhadap Perkembangan Alam Cina ?
3) Apa
saja yang menjadi Sistem Mata Pencaharian
rakyat Cina ?
4) Bagaimana
bentuk Ras, Bahasa dan Watak rakyat Cina ?
5) Apa
bentuk Peninggalan-peninggalan Arkeologis Cina ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Keadaan
Geografis Daratan Cina
Berdasarkan
mayoritas penduduknya, secara garis besar daratan cina yang luas dapat dibagi
menjadi 2 (dua) bagian, yaitu: 1). Cina dalam (China Proper); 2). Cina Luar ( the Outlyng section)
(Latourette, 1949). Dengan luas wilayah 9.600.000 Km2 serta letak
astronomis 18o LU-54o LU dan 73o BT-135o
BT. Letak geografis Asia Timur menghadap ke samudera Pasifik. Batas-batas
wilayah Cina adalah sebagai berikut.
ü Di
sebelah Utara Cina berbatasan dengan Republik Rakyat Mongolia
ü Di
sebelah barat Cina berbatassan dengan negara India dan Pakistan
ü Di
sebelah Selatan Cina berbatasan denngan Nepal, Bhutan, Myanmar, Laos, dan
Vietnam.
ü Di
sebelah Timur Cina berbatasan dengan Jepang
dan Korea
Bentang
alam cina dapat dibagi menjadi dua yaitu cina utara yang wilayahnya relatif
datar dan tanahnya berdebu serta cina selatan yang reliefnya relative kasar dan banyak
pegununngannya. Beriklim Sub Tropis yang bagian pedalamannya dingin dan kering,
tenggaranya lebih basah karena masih dipengaruhi oleh iklim laut. Keadaan
pendudukpada tahun 1998 cina mempunyai penduduk 1.242.500.000 jiwa. Penduduk
terbesar di bumi. Pertumbuhan penduduk rata-rata setiap tahun 1,3%. Kepadatan
penduduknya 125 jiwa per km2. Suku bangsa mayoritas di Cina adalah
Cina Han, sisanya adalah suku mongol, turki, korea dan manchu.
1.
Cina dalam ( China Proper)
Yang
dimaksud “ Cina dalam “ adalah suatu daerah di Cina yang sejak zaman kuno
penduduknya mayoritas adalah orang-orang etnis cina. “Cina dalam” Luasnya
kurang lebih mewakili 2/3 luas Benua Eropa. Daerah ini meliputi:
a) Lembah
Sungai Hoangho
Sungai
Hoangho artinya sungai kuning (Yellow
River), terkenal pula dengan sebutan “penderitaan cina”. Meskipun dari abad
ke abad mendatangkan bencana banjir, tetapi justru di lembahnya lahir peradaban
cina. Kota-kota besar penting yang ada di tepian sungai Hoang Ho di antaranya
ialah Lanchow, Kaifeng Chengchow dan Thsinan. Mata airnya ada di dataran tinggi
pegunungan kwenLundi di Tibet (Provinsi Tsinghai) yang terbentang ke arah timur
sepanjang 4700 km, sungai tersebut bermuarah di teluk Chihli yang merupakan
bagian dari Laut Kuning.
b) Lembah Sungai Yangtse
Sungai
Yangtse di sebut juga ‘Changkiong” (West River) yang artinya sungai panjang,
karena memang panjangnya mencapai 5530 km, sehingga membuat sungai Yangtse
sebagai sungai terpanjang di Benua Asia. Sumber airnya seperti halnya sungai
Hoangho, yakni berada di Tibet, tepatnya di provinsi Tsinghai. Setelah melewati
delapan provinsi jarak 5530 km, sungai tersebut bermuarah di Laut Cina Timur.
Sungai ini banyak memiliki anak sungai, yaitu di antaranya adalah Sungai Min,
Han, Yalung dan Kialiang. Kota-kota besar penting yang ada di tepian Sungai
yangtse adalah Chungking, Wuhan dan Nanking.
c)
Daerah pantai Selatan
Daerah
Pantai Selatan meliputi provinsi kwangsi, kwantung dan fukein. Kota-kota pantai
di daerah selatan yang penting di antaranya ialah kanton dan foochow.
2.
Cina
Luar (The Outlying Section)
Yang
di maksud dengan ‘Cina Luar” ialah daerah Cina di mana di daerah tersebut
orang-orang etnis cina merupakan penduduk minoritas. Daerah di Cina Luar
meliputi:
a) Daerah
Tibet
Tibet
merupakan salah satu provinsi Republik Rakyat Cina, yang merupakan Daerah
Otonomi Khusus RRC yang juga disebut sebagai “Cina Xizang”. Daerah Tibet berada
di pegunungan Himalaya yang sering di katakan sebagai “ Puncak Dunia ” , dan
berbatasan Nepal, Buthan, dan India di asia Tengah, serta Xinjiang, Qinghai dan
Sichuan di Cina. Mayoritas penduduknya beragama Buddha, dengan Lhasa sebagai
ibu kotanya. Bertahun-tahun yang lalu sebelum dibuka oleh Cina, Tibet merupakan
daerah yang dikatakan menyimpan misteri bagi para petualang, mengingat pada
saat itu tidak semua petualang bisa memasuki daerah itu karena memang Tibet
merupakan wilayah yang “tertutup”, seperti halnya Mekkah dan Madinah di Arab
Saudi yang hanya di masuki oleh orang islam.
Tibet
dulunya adalah sebuah kerajaan merdeka, dan mengalami interaksi maupun benturan
terutama secara politik dengan dinasti-dinasti yang ada di dataran Cina. Raja
Tibet di beri gelar Dalai Lama adalah pemimpin negara Tibet dan sekaligus
pemimpin keagamaan.
b)
Daerah Xinjiang (
Turkistan Timur )
Pemerintah
Cina mengganti nama wilayah itu (Turkistan Timur) menjadi Xinjiang pada 1955 M.
Pemerintah komunis China memberlakukan berbagai kebijakan dan tindakan yang
dikriminatif terhadap komunitas muslim Uighur yang mendominasi wilayah itu,
sehingga walaupun jumlahnya lebih sedikit, etnis Cina mempunyai pengaruh besar
di daerah Xinjiang. Muslim uighur memiliki kedekatan dengan Turki, karena
mereka kebanyakan muslim keturunan Turki.
c)
Daerah Mongolia dalam
(Yang kemudian diduduki cina dan masuk wilayah cina) dan Daerah Mongolia Luar (
Mongolia)
Mongolia
adalah sebuah negara yang letak geografisnya “terkurung” di daratan Asia Timur.
Mongolia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, dan Republik Rakyat Cina di
selatan. Mongolia merupakan pusat kekaisaran Mongol pada abad XII M, namun
berada di bawah kekuasaan Dinasti Ching sejak akhir abad XVII M hingga akhirnya
merdeka dan membentuk pemerintahan dengan bantuan Uni Soviet pada 1921. Setelah
keruntuhan Uni Soviet pada 1990-an, Mongolia menganut aliran demokrasi. Dengan
luas wilayah yang sebanding dengan Alaska, sebagian besar wilayah Mongolia
memiliki tanah yang gersang. Kebanyakan wilayah yang berupa padang rumput,
dengan pegunungan dibagian barat dan utara dan Gurun Gobi di selatan. Mayoritas
penduduknya merupakan etnis Mongol, dan menganut agama Buddha Tibet dengan
kehidupan nomaden.
Mongolia
terkenal di abad XIII Mdi bawah kepemimpinan Genghis khan karena berhasil
menaklukan berbagai daerah. Setelah kematian Genghis khan, Mongolia terbagi
menjadi beberapa negara bagian yang kuat sebelum akhirnya terpecah pada
abad XIV M. Semua negara bagian kemudian
bersatu kembali dibawah pemerintahan Cina. Pada 1921, atas bantuan Uni soviet
Mongolia merdeka dari Cina. Pada 1924 M terbentuklah sebuah pemerintahan
komunis di Mongolia.
d)
Daerah Manchuria
Manchuria
adalah sebuah wilayah kuno di sebelah timur laut daratan Tiongkok dekat
perbatasan dengan Korea Utara dan Rusia. Manchuria sekarang ini meliputi
provinsi-provinsi Republik Rakyat Cina seperti Liaoning, Jilin dan
Heilongjiang. Manhcuria sejak lama telah menjadi wilayah kekuasaan Cina, namun
pada 1932, Jepang mendirikan negara boneka Manchukuo di sini dan menetapkan Henry
Puyi, kaisar terakhir Dinasti Ching (Manchu) sebagai pemimpin tertinggi.
Mongolia terkenal di abad XIII M
dibawa kepemimpinan Genghis khan karena berkahil menaklukan berbagi daerah.
Setelah kematian Genghis Khan, monggolia terbagimenjadi beberapa negara bagian
yang kuat sebelum akhirnya terpecah pada abad XIV M. Semua negara bagian
kemudian bersatu kembali di bawa pemerintahan Cina. Pada 1921, atas bantuan Uni
Soviet Mongolia merdeka di Cina. Pada tahun 1924 M terbentuk sebuah pemerintah
Komunis di Mongolia.
B.
Pengaruh
Geografis terhadap Perkembangan Alam
Dataran
cina sangat luas dan terdiri dari bermacam-macam daerah, dan bentang lahan.
Keberagamaan daerah dan bentang lahan tersebut menghasilkan berbagi macam jenis
tanaman, tumbuhan, binatang, dan bahan tambang sebaginya daerah dengan
karakteristik yang beraneka ragam, merupakan faktor yang mempengaruhi tumbuh
dan berkembangnya kebudayaan suatu negara. Daerah yang bergunung-gunung dan
terpencil, merupakan salah satu faktor untuk terbentuknya suatu negara kesatuan
yang permanen. Itulah sebabnya pada zaman kuno berkali-kali kasiasar (kekaisaran)
Cina mengalami kegagalan dan kehancuran, namun kemudian bangkit lagi, dan
seterusnya.
Dibalik itu, suatu hal yang istimewa
ialah bahwa meskipun Cina yang memiliki wilayah teritorial yang luas,namun
dapat dipersatukan terjadinya persatuan karena mereka merasa terisolir dari
daerah luarnya, mereka merasa satu kelompok atau golongan, merasa senasip dan
sepenagugangan. Ada tiga hal yang menyebabkan orang-orang Cina menyebut
negaranya sebagai Chung kuo/ chung kouk, yakni sebagi berikut:
1. Kebudayaan
sudah tinggi dan maju, terbukti bahwa kebudayaan cina pada zaman kuno banyak di
tiru oleh bangsa-bangsa di sekitarnya seperti Korea, Jepang, dan Indo Cina.
2. Negaranya
paling maju, terbukti bila ada seragan-seragan dari luar orang-oranya masi
mengembara dan hanya ingin mencari harta benda (orang Cina meyebut orang-orang
barbar dengan nama bangsa hisung nu).
3. Letaknya
yang terisolir, maka mereka sedikit sekali mengetahui perkembangan di luarnya
yang sudah maju, seperti Mesir dan Nesopotania.
Atas
dasar itulah cina mengapa negara-negara lain kebudayaan belum maju. Cina belum
mengetahui bahwa negara-negara lain seperti mesir, meso potania sudah maju dan
dalam kenyataan Cina terisolir (terutama dari lautan) hingga abat XIX pada saat
itu kekuatan militer itu Cina terutama pada angkatan darat sangatlah kuat,
karena memang banya serangan-serangan dari luar yang datangnya dari darat.
Namun sejak abat XIX M, lautan menjadi ancaman, sebab sejak itu datanglah
bangsa-bangsa barat seperti Inggris. Perancis, Belanda, Rusian, Amerika serikan
dan lain lain. Sejak itu pula Cina mengakui keter belakangannya.
C. Ras, Bahasa dan
Watak
Ditilik dari rasnya, bangsa cina
tergolong rassinid, cabang dari induk ras mongol-mogoloit. Ciri-ciri ragawinya
antara lain lipatan pelupuk mata, rambut hita bahkan kadang-kadang semu biru,
tubuh tidak banyak berbulu, muka darat dengan tulang pipi yang menojol hidung
pipih dan tinggi badan yang sedang, itulah ciri-ciri umum tetapi antara Cina
Selatan dan Utara ada sedikit perbedaan.
Bangsa Cina yang asli yakni orang Han, sudah
berasal dari daerah pegunungan yang bertanah los diprovinsi Shensi dan Shnsi.
Seiring dengan berjalan waktu,mereka bercampur dengan para pendatang Cina dari
barat Laut dan timur laut, kemudian menyebar kelembah Cina utara dan Cina
selatan oleh karena pendatang tersebut tergolong ras monggol, maka percampuran
yang terjadi tidak banyak membawa perubahan. Lain halnya pengaruh pencampuran
mereka dengan pendatang baru dari barat seperti bangsa Tumu dan Kau kasoi.
Ciri-ciri mogol menjadi menipis, kulit menjadi lebih terang pertumbuhan ban
menjadi tinggi mata tak lagi sipit, muka mengadung ciri kaukasoit dan hidung
menjadi melekung di daera Cina Selana, penduduknya pencapuran dari para
pendatang. Ini berlaku dari zaman dinasti Tang dan Sung (abat VII M sampai XIII
M) penduduk Cina tengah yang utama adalah suku Miao, sedangakan penduduk
perovensi Kuantung, Kuasi, dan Kunan adalah suku Yao. Suku-suku asli di cina
Selatan banyak mirim dari susku-suku yang bereasal dari Asia Tenggar kulit
mereka lebih bercoklat-coklatan, dan ini berpengaruh terhadap orang-orang Cina
Selatan sampai sekarang
Bahasa yang umumnya dipakai negeri
Cina sekarang adalah bahasa Kwo Yu,yaitu bahasa cina tinggi yang asalnya dari
cina timur laut orang Macnhu yang menggunakanya lebih suka meyebutkanya
mandarin sedangkan di sebelah Sealat pegunungan terdapat macam-macam dialek,
seperti dialek Kanton, Shanghai, Hokkian, Kwangsi dan Hainan. Meskipun negeri
Cina memiliki banyak bahasa daerah, penduduk di manapun menggunakan huruf sama,
di mana setiap tanda mempunyai makna tertentu. Kesatuan huruf ini besar
pengaruhnya di bidang budaya, politik, dan sosial di sepanjang sajarah cina.
Hal lain yang menarik adalah watak
umum bangsa Cina. Wilayah Cina dibatasi oleh pegunungan tinggi dan gurun di
utara, barat laut dan batas timur serta selatan berupa lautan. Isolasi bagi
negeri Cina berlangsung sampai berabad-abad. Masuknya budaya barat amat
terbatas sebelum abad XIX M. Akibat isolasi tersebut, pengetahuan bangsa lain
tentang cina juga terbatas, termasuk watak bangsa Cina.
Oleh karena bangsa cina mayoritas
bertumpu pada sektor agraris, sehingga pada umumnya orang cina identik dengan
watak petani yang cenderung bersikap konservatif, seperti halnya petani di
negara lain. Orang cina konservatif dalam hal pergaulan hidup, kepercayaan dan
etika. Itu semua bertalian erat dengan latar belakang sejarah mereka. Namun, di
dalamnya terdapat hal-hal yang terpuji, seperti: kerajinan dalam bekerja. Ini
merupakan pengaruh dari hidup bertani yang banyak menuntut kerja keras dalam
memelihara tanggul-tanggul sungai besar di cina utara dan juga di cina selatan,
misalnya Lembah Sungai Yangtse, di mana mereka sering membuat saluran air demi
kelangsungan hidup. Gotong royong kemudian meresap dalam kehidupan keluarga dan
juga mereka yang bukan petani. Watak lain dari bangsa cina adalah berpikir
realistis, hal ini dipengaruhi oleh agama dan filsafat cina. Orang cina tidak
menanyakan dari mana dan kemana sesuatu, yang penting baginya adalah pemecahan
masalah sehari-hari agar mereka dapat hidup bahagia.
D. Sistem Mata
Pencaharian
Kekayaan alam cina yang begitu
melimpah menyebabkan kemajuan kebudayaan yang cepat dan beragam. Mengalirnya
sungai Hwang Ho dan sungai Yangtse merupakan sumber kehidupan bangsa cina
dengan cara bercocok tanam dan berternak. Tantangan cara hidup bertani mendorong
bangsa cina membuat perkakas pertanian dari bahan logam, apalagi ditunjang
dengan wilayah cina selatan yang kaya akan barang tambang, seperti besi, timah,
emas dan tembaga. Selain menjadi perkakas pertanian, logam pun
E.
Peninggalan-peninggalan Arkeologis
Peninggalan-peninggalan Arkeologis
yang ditemukan di Cina berupa fosil dan alat-alat baik dari tulang maupun dari
batu. Dari zaman Paleolitikum di cina ditemukan 3 (tiga) jenis manusia, yakni:
1. Di
Chuo Kuo Tien, diketemukan fosil manusia serta alat-alatnya dan disebut
Pithecanthropus, Pithecos= kera, dan Anthropus= manusia. Oleh karena
diketemukan di Peking, maka disebut Pithecanthropus Pekinisis. Diperkirakan
berasal dari kurang lebih 3.000.000 BP1. Jenis manusia ini setingkat
dengan Pithecantropus Erectus yang ditemukan di indonesia
2. Di
daerah Ordos diketemukan jenis manusia yang disebut Ordosman atau Homo Tao Jen,
berasal dari kurang lebih 2.000.000 BP
3. Di
Chou Kuo Tien diketemukan fosil-fosil manusia di lapisan atas, biasa di sebut
manusia gua atas (upper caveman) berasal dari kurang lebih 1.000.000 BP. Ini
merupakan Homo Sapien.
Di samping ditemukan fosil-fosil
manusia, juga ditemukan tulang-tulang bertulis, dan di antara tulisan-tulisan
itu ada yang berisi nama penguasa atau raja-raja dari dinasti shang dinasti
pertama cina, namun menurut dongeng merupakan dinasti kedua, sebab masih ada
lagi dinasti Hsia. Akan tetapi, peninggalan-peninggalannya tidak pernah
diketemukan, maka dinasti Shang dianggap sebagai dinasti pertama cina.
Selain kebudayaan material, bangsa
cina juga sudah mengenal kebudayaan spritual, yakni mereka memuja dewa-dewa
yang dianggap mewakili kekuatan alam. Contohnya, Feng-po sebagai dewa angin,
Lei-shih sebagai dewa tautan dan Ho-po sebagai dewa tertinggi yang bertakhta di
lembah Hoang Ho.
DAFTAR PUSTAKA
Agung, Leo.
2015.Sejarah Asia Timur 1.
Yogyakarta: Ombak
Comments
Post a Comment